Selasa, 29 Mei 2012

The Falling Star






You can't catch a falling star,
More over put in a jar.
What you can do is just cherish,
Hoping that it burns while fullfilling your wish.

- Posted using BlogPress from my iPad

Senin, 14 Mei 2012

The Exception





Kalau ada yang berubah dari saya these last couple of years, it is probably my ability to trust. I have come to a point when it was so hard to have a little faith. Jangankan kisah cinta ala dongeng-dongeng dimana kata penutupnya berupa "dan mereka hidup bahagia selamanya", the thoughts of planning the future aja scared me to death. Its like that whenever im happy, i have this thought on the back of my mind that the happiness wont last that long. That every good story will come to an end, a bad one.

On one hand, i deserved to act like a lunatic when it comes to love relationship. Bagamana tidak? Wanita yang saya cintai setengah mati, wanita yang terus menerus berkata bahwa saya adalah orang yang tepat untuk dia, wanita yang menatap mata saya dan berkata bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan saya .. Membuang saya begitu saja.
Dia melepaskan saya tepat pada saat saya hanya memiliki dia. Dia berpaling saat saya tidak punya lagi jala pengaman yang cukup kuat menopang hidup saya.
Jadi salahkah kalau setelahnya saya begitu pahit memandang cinta?
Salahkah kalau setelah itu saya bersumpah bahwa saya tidak akan menjadi si lemah yang mengemis cinta?
I grew skeptic, and it makes work very hard to improve myself. So nobody will belittled me anymore.

But then out of nowhere, i met her. Im not looking for her, nor interested in finding a new love. Saat itu entah bagaimana, saya sudah mulai bisa berdamai dengan kekosongan hidup saya. Saya sudah mulai bisa mengabaikan apa yang tidak lengkap dan memfokuskan diri dengan hal-hal kecil yang masih tersisa sepeninggal kekasih saya. Tidak mudah, cuma entah bagaimana ... Saya mulai bisa.

Me and her, it wasnt an instant connection.
She wasn't my type, and i know i wasn't hers. But probably what attracts me to her is the fact that she doesn't look interested in knowing me more. I like challenge, i always have.
So i chase her.. And it wasn't easy since she hasn't moved on at that time. But something grows, dan not long after that .. We become a couple.

Are we a perfect couple? No we're not. But we are a happy couple.
Saya mungkin tidak akan pernah menjadi tipe wanita yang dia impikan sejak dulu seperti dia mungkin tidak pernah seratus persen cocok dengan kriteria saya, tapi kami jatuh cinta. Kami jatuh cinta dengan cinta yang bertumbuh semakin dalam setiap harinya, cinta yang tiba di satu titik dimana kami tidak perduli lagi dengan tipe dan kriteria.

She was amazing. Not because she is super cute or super nice or super smart. She was amazing karena bersama dia, saya belajar untuk percaya.
She was amazing because she has a good forgiving heart which never ceases to amaze me.

And for me, she's an exception. The reason i've woken up with a determination to be a better person because she deserves a better me.
She is not my everything, but she is the glue that hold my everything in their right place.

And for her, i'm willing to grow a faith. A faith to trust that even if someday we're not meant to be together, it is still a tale worth enough to be fought for.


Love,




- Posted using BlogPress from my iPad

Sabtu, 12 Mei 2012

The Promise







I might not look serious when i said it,
But I want you to know, that when i said i want you to marry me .. I really wish for it to happen. Just make it happen. Will you?




- Posted using BlogPress from my iPad

The Happiness






It's been years since I've been this happy. Bahkan pernah ada satu masa dimana saya berpikir bahwa saya tidak akan pernah bahagia lagi selamanya.
Masa-masa terburuk dalam hidup saya, yang bahkan tidak pernah saya sangka akan mampu saya lalui dengan jiwa yang tetap sehat.
Tapi ternyata benar apa kata orang-orang. Dunia tak pernah berhenti berputar, dan patah hati itu bukan akhir dari segalanya. Waktu itu punya sejuta akal, yang mungkin tidak dapat menyembuhkan dengan sempurna pun selalu saja punya cara untuk membuat kita menerima.
Entah bagaimana caranya, suatu hari kita akan tertegun dan menyadari bahwa kita masih hidup. Dan setiap luka? Tidak lagi berdarah-darah.
Satu hal yang bisa saya katakan adalah saya tidak pernah menyesali masa lalu saya. Setiap luka yang saya dapatkan akibat eboohan di masa lalu, menumbuhkan saya menjadi wanita yang lebih kuat. Apa yang saya jalani membuat saya dewasa. Pelajaran yang saya beli memang berharga mahal, tapi saya bersyukur bahwa saya diberi kekuatan untuk menyelesaikan semuanya.
Mungkin banyak yang berpikir bahwa saya tidak mencintai kekasih saya dengan kadar yang sama besar seperti yang lalu. Mereka berpikir hanya karena saya tidak lagi banyak menulis, itu berarti saya tidak memuja kekasih saya. Tapi sesungguhnya tidak tepat. Karena meskipun tidak ada dua cinta yang serupa, saya bisa dengan pasti menyatakan .. Bahwa saya mencintai kekasih saya dengan sungguh-sungguh. Dan tidak ada satu orang-pun yang saya inginkan selain dia.
Apa yang saya rasakan saat ini tentunya sudah jauh berbeda dengan apa yang saya rasakan dalam hubungan saya yang lalu-lalu.
Tapi bagaimana munkin sama? Manusia berubah, waktu dan keadaan pun tidak konstan. Dan cinta? Dia beradaptasi seiring perubahan.
Saat ini, cinta yang saya punya tidak lagi meledak-ledak seperti dulu. Prioritas dan mimpi saya berevolusi seiring dengan usia saya yang bertambah. Dan saya yang sekarang, bukan lagi saya yang dulu.
Saat ini, cinta yang saya bangun mungkin adalah perwujudan dari cinta yang lebih dewasa. Hubungan saya lebih teduh, lebih tenang dan tidak beriak. Drama percintaan saya jauh dari cerita ala-ala sinetron-sinetron. Dan saya bukan lagi si selingkuhan yang setiap malam menangisi takdir.
Dan mungkin kalian tidak tahu, bahwa setiap hari saya tidak pernah berhenti bersyukur bahwa saya diizinnkan mencicipi sebuah hubungan yang sehat. Yang didasari oleh sesuatu yang lebih sakral, dan dimulai dengan cara yang benar.
Dulu saya meminjam kebahagiaan orang lain. Dan saya membayarnya dengan bunga berlipat kali ganda.
Dan disini saya sekarang, dengan kekasih saya yang tidak perlu menyembunyikan saya di sudut-sudut malam. Cinta yang saya bangun mungkin memang cuma cinta yang sederhana. Kamipun tidak punya banyak hal fantastis yang bisa kami sombongkan. Tapi sungguh itu cukup. Cukuplah bahagia diukir dengan senda gurau kekasih saya dengan orang-orang terdekat dalam hidup saya. Cukuplah sempurna dinilai dengan waktu curi-curi yang kami habiskan dengan melakukan hal-hal sederhana.
Cukuplah dia menyayangi putri saya, dan putri saya tidak asing dengan dia.
Sungguh cukuplah dengan itu.
Love,

- Posted using BlogPress from my iPad

Jumat, 28 Oktober 2011

The Flames




Would you face the flames for me?
What if you knew you might not make it?
Will you still do it me?

Jumat, 21 Oktober 2011

The Wish



You know why I became a strong woman?
Because being weak was never a choice.
Because people failed you, and I learn that the only person you can depend on is yourself.

Jumat, 07 Oktober 2011

The Colour Of Love


Sepanjang hampir tiga puluh tahun hidup saya, saya hanya pernah jatuh cinta tiga kali.
Cinta yang mengubah hidup saya, yang membentuk dan mendewasakan saya.
Cinta yang membuat saya menjadi siapa saya saat ini, dengan segala kelemahan dan kelebihan yang saya punya.

Wanita pertama yang saya cintai mengajarkan saya menjadi wanita yang lebih baik. Dia mengajarkan saya tentang pentingnya sebuah integritas, menjadi wanita dengan nilai-nilai terhormat.
Dia seorang Leo sejati, dengan pemikiran yang luar biasa matang. Cinta pertama saya, yang saya cintai dengan cinta yang mungkin serupa warna putih.
Saya sering berkata, dan itu sebuah kebenaran .. Bahwa tanpa dia, mungkin saya tidak akan pernah menjadi wanita seperti ini.

Wanita kedua yang saya cintai mengajarkan saya tentang cinta yang berbagi. Cinta yang bersanding sempurna dengan luka, yang mengguncangkan batas antara benar dan salah, yang mengaburkan ilusi dan kenyataan.
Cinta yang kami punya serupa warna merah darah, cinta yang penuh kegilaan, persetubuhan yang tak pernah usai, pesta pora dan kemabukan.
Bersama dia saya tumbuh menjadi seseorang yang tak kenal lelah. Berusaha meruntuhkan satu demi satu tembok, menghajar setiap rintangan sampai hati babak belur tidak karuan.
Tidak pernah ada kata biasa jika bicara tentang dia. Karena dia tidak pernah abu-abu. Dia bisa mencintai dan menyakiti kamu dengan cara yang sama pintarnya. Membuatmu merasa berharga dan tidak berharga pada saat yang bersamaan. Seperti orgasme yang tak pernah usai, cintanya menjadi candu.

Wanita yang saya cintai saat ini adalah wanita sederhana yang menyentuh saya dengan caranya yang luar biasa. Saya bahkan tidak punya cukup kata untuk menggambarkan dia. Dia begitu unik sekaligus membumi.
Mungkin Tuhan menciptakan dia seperti nila, gabungan dari begitu banyak spektrum warna.

Kadang ada sisi biru yang keluar, sisi yang membuat saya ingin memeluk setiap lukanya. Kadang jingga yang hadir, indah.. Seperti senja. Tapi lebih sering kuning yang dominan. Seperti bunga matahari di ladang, berdiri menantang matahari.

Saya mungkin tidak mencintai dia dengan cara yang sama seperti saya mencintai dua wanita saya yang lain. Karena banyak hal sudah berbeda, dan saya bukan lagi wanita naif yang punya cinta bewarna putih atau si gila yang haus oleh gairah.

Mungkin cinta saya tidak lagi membadai dan meledak-ledak serupa dinamit, tapi ada rintik gerimis yang tak pernah berhenti turun untuk dia.
Dan setiap pagi, saya mendapati bahwa saya jatuh cinta lebih dalam lagi pada dia.
Saya mencintai dia dengan cinta yang lebih sederhana, dan moga-moga lebih dewasa.

Saya bersyukur untuk kekasih pertama saya, tanpa dia saya tidak akan pernah tahu nilai-nilai yang membuat saya menjadi lebih baik. Ataupun untuk dia yang kedua, yang mengajarkan saya untuk tidak mengkhianati diri saya.
Dan yang pasti tanpa mereka, saya tidak akan pernah bisa menghargai wanita yang bersama saya saat ini.
Untuk itu, saya harus berterima kasih pada luka yang mendewasakan hidup saya.